Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Peringatan Hari Air Sedunia Menjadi Momentum Penting  Memperkuat Bersama 

Kota Tangerang – Sekitartangerang, Perayaan Hari Air Sedunia (World Water Day) diperingati setiap tanggal 22 Maret di seluruh dunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global akan pentingnya ketersediaan air bersih dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Hari Air Sedunia pertama kali diinisiasi pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-47 pada 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Sejak saat itu, peringatan ini mulai dilaksanakan secara resmi pada tahun 1994 sebagai momentum global untuk mengingatkan pentingnya menjaga dan melindungi sumber daya air.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, SE, S.Kom., MM, mengatakan bahwa setiap tahun Hari Air Sedunia mengangkat tema yang berbeda namun tetap menekankan prinsip “leaving no one behind”, yaitu memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam mendapatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak. Selain itu, kami dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang akan mendorong partisipasi masyarakat, melakukan berbagai upaya dalam menjaga kelestarian sumber daya air melalui program pengendalian pencemaran dan konservasi air. Salah satunya melalui pemantauan kualitas air secara berkala pada badan air seperti sungai serta saluran air guna mengetahui kondisi kualitas air yang mendeteksi potensi pencemaran sejak dini.

Maka dari itu, DLH juga secara rutin melaksanakan kegiatan pembersihan sampah di sungai untuk mengurangi penumpukan sampah yang dapat mengganggu aliran air sekaligus menurunkan kualitas perairan. Kegiatan ini dilakukan bersama petugas kebersihan serta melibatkan partisipasi masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan.

Dalam rangka pemulihan kualitas sungai, DLH turut memanfaatkan ecoenzym, yaitu larutan hasil fermentasi bahan organik yang berfungsi membantu mengurai bahan pencemar secara alami sehingga dapat meningkatkan kualitas air secara bertahap. Kedepan, upaya DLH akan melakukan berbagai langkah konservasi air guna menjaga ketersediaan air tanah, di antaranya melalui pembangunan sumur resapan dalam, pembuatan biopori jumbo, serta penyediaan penampungan air hujan. Sarana tersebut berfungsi meningkatkan daya serap air ke dalam tanah, mengurangi limpasan air hujan, serta membantu menjaga cadangan air tanah.

Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan pengelolaan sumber daya air dapat dilakukan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan perairan. Langkah sederhana menjaga kualitas dan ketersediaan air, pertama kita akan melakukan daur ulang barang bekas sehingga daur ulang menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi timbulan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan. Sampah yang dibuang sembarangan dapat terbawa aliran air dan mencemari sungai, danau, hingga laut.

Berharap membuang sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) pada tempatnya karena sampah B3 mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat memberikan dampak serius terhadap lingkungan juga kesehatan manusia. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah B3 dapat mencemari sumber air dan membahayakan ekosistem perairan.

Jangan sampai penggunaan bahan kimia rumah tangga yang berlebihan dapat mencemari perairan ketika terbawa aliran air. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan serta mengurangi penggunaan bahan kimia yang tidak diperlukan, dan menghemat penggunaan air karena air merupakan sumber daya yang terbatas sehingga perlu digunakan secara bijak. Kebiasaan sederhana seperti menutup keran ketika tidak digunakan atau menggunakan air secukupnya dapat membantu menjaga ketersediaan air dalam jangka panjang. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *