Camat Karawaci: Abu Vulkanik Sampai ke Tangerang, Bagikan Masker bagi Pengendara yang Melintas

Tangerang – Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau hingga wilayah Jabodetabek. Jajaran Pemerintah Kecamatan Karawaci pun bergerak cepat melakukan langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Camat Karawaci, Achmad Zuldin Syafii, bersama jajaran, Komunitas Kutil, serta PSM turun langsung membagikan masker kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan, di kawasan depan Kantor Kecamatan Karawaci, Selasa (08/09/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko paparan abu vulkanik sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

Pembagian masker kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan, dilakukan untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik akibat letusan Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diimbau agar tetap menjaga kesehatan. Warga yang beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker serta terus mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah.

Ia juga meminta masyarakat tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas dengan memperhatikan kondisi kesehatan.

“Saya berharap kepada para lurah dari 16 kelurahan agar terus memberikan informasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing agar tetap waspada dan tidak perlu panik. Yang penting kita tetap menjaga kesehatan,” ujarnya.

Camat Karawaci, Achmad Zuldin Syafii, mengatakan penggunaan masker merupakan langkah sederhana yang penting dilakukan, terutama karena abu vulkanik telah terpantau di kawasan Jabodetabek hingga Jawa Barat.

“Karena kita khawatir akibat abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau yang sudah menyebar ke Jabodetabek, bahkan ke Jawa Barat. Ini perlu kita antisipasi untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker,” katanya.

Ia berharap langkah antisipasi tersebut dapat membantu mencegah gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.

“Mudah-mudahan dengan langkah antisipasi ini, kita bisa mencegah gangguan kesehatan, terutama ISPA dan penyakit lainnya yang diakibatkan paparan abu vulkanik,” pungkas Camat Karawaci.

Di tempat yang sama, Anton dari Komunitas Ikan Lele turut menyampaikan bahwa abu vulkanik memang tidak terlihat berbahaya seperti erupsi, tetapi dampaknya terhadap kesehatan nyata.

Lewat aksi bagi-bagi masker ini, komunitas menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus menunggu sesuatu yang besar. Dari hal kecil seperti selembar masker, warga bisa terlindungi.

(Darjo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *