KOTA TANGERANG, Sekitartangerang ,Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Indonesia Adil Sejahtera (LSM GIAS) Kota Tangerang mengajak seluruh generasi muda untuk merefleksikan kembali sejarah bangsa. Pemuda didorong untuk mengambil peran aktif sebagai motor perubahan dalam membangun daerah.
Menurut LSM GIAS, Pancasila tidak boleh sekadar menjadi teks hafalan atau slogan seremonial, melainkan harus hidup dan diimplementasikan dalam aksi nyata oleh pemuda.
Ketua DPD LSM GIAS Kota Tangerang, Ajis Pramuji berharap pemuda-pemudi di Kota Tangerang tidak bersikap apatis terhadap perkembangan daerah. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengawal jalannya pemerintahan.
“Hari Lahir Pancasila adalah pengingat bahwa tugas kita hari ini bukan lagi merebut kemerdekaan dengan senjata, melainkan menjaga ruang warisan ‘semua buat semua’ ini agar tidak dipecah belah. Pemuda harus aktif menjadi kontrol sosial terhadap kebijakan publik,” ujar Ajis.
Ia menambahkan bahwa di tangan pemuda-pemudi, Pancasila harus tetap hidup melalui karya, toleransi yang kuat, dan aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat.
Momen 1 Juni tidak lepas dari sejarah krusial pada tahun 1945 silam dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Selama tiga hari berturut-turut sejak 29 Mei 1945, para tokoh bangsa terlibat debat sengit tanpa arah yang jelas.
Ketua Sidang, Radjiman Wedyodiningrat, mengajukan satu pertanyaan krusial: “Apa dasarnya jika Indonesia merdeka kelak?” Jawaban para anggota sidang pun terpecah tajam antara yang menginginkan negara Islam dan negara sekuler.
Di tengah kebuntuan tersebut, giliran seorang pemuda berusia 44 tahun naik ke mimbar tanpa teks. Sosok itu adalah Ir. Soekarno. Bung Karno menyampaikan pidato berapi-api selama satu jam penuh yang kelak mengubah jalannya sejarah dan melahirkan Pancasila sebagai dasar negara.
Meskipun pidato tersebut ditujukan kepada seluruh anggota sidang, pesan-pesan Bung Karno memiliki muatan yang sangat kuat dan spesifik untuk membakar semangat kaum muda. Pemuda harus bersatu tanpa melihat sekat suku, agama, atau golongan. Indonesia adalah milik bersama Indonesia tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus hidup subur dalam taman sarinya persaudaraan dunia.
Menutup pernyataannya, Ajis Pramuji mengutip pesan legendaris Bung Karno untuk membakar semangat pemuda Kota Tangerang “Warisi apinya, jangan abunya. Warisi api yang menyala-nyala, api idealisme, dan api perjuangan untuk membawa Kota Tangerang ke arah yang lebih adil dan sejahtera,” pungkasnya.(Darjo)






