Hadir di Festival Cisadane, Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Berikan Penyuluhan tentang Rumah Anggur

 

Tangerang – Sekitartangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan turut memeriahkan gelaran tahunan Festival Cisadane dengan menghadirkan stand pelayanan yang unik dan bermanfaat bagi masyarakat. Para pengunjung festival dapat menikmati layanan cara penanaman pohon anggur yang baik. Layanan ini melibatkan para penggiat Rumah Anggur yang berada di Kota Tangerang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, mengatakan keberadaan Rumah Anggur Kota Tangerang ini bukan sekadar untuk meramaikan festival, melainkan sebagai wadah nyata dalam memberdayakan para penerima manfaat serta mengenalkan potensi mereka kepada publik. Melalui layanan serta memberikan materi kepada para pengunjung bagaimana cara menanam pohon anggur yang benar ini, sehingga kami ingin memberikan ruang apresiasi bagi para penggiat pohon anggur.

Di tempat yang sama, Bohar, penggiat Rumah Anggur Kota Tangerang, sedang memberikan materi kepada para pengunjung tentang penanaman pohon anggur, seperti penanganan bibit baru sampai teduhkan bibit minimal 2–3 hari sampai kondisi daun segar, baru bisa pindah tanam. Serta usahakan cara pemindahan bibit tersebut dilakukan sore atau malam hari. Juga usahakan media harus poros agar air mudah meresap saat penyiraman. Dan nanti kita tunggu sampai pupuk pembuahan, bahkan bisa juga diberikan apabila pohon siap untuk dibuahkan, minimal usia pohon memasuki usia 6–7 bulan dan maksimal 1 tahun.

Selain itu, bagaimana cara pemangkasan yang harus dilakukan, maka setelah pupuk pembuahan diberikan minimal 3–4 kali aplikasi, sistem pangkas bisa dengan potes pucuk atau batang hijau tanpa membuang daun, dan semua tunas air dibuang.

Hal ini juga disampaikan oleh Rohanah, masyarakat Kota Tangerang. Dengan adanya penyuluhan tanam pohon anggur, kami lebih bisa memahami dari cara penanaman sampai pohon anggur bisa berbuah, bahkan cara mengecek kondisi pohon secara berkala serta melakukan penyemprotan hama atau jamur secara berkala. Maka, untuk pencegahan penyakit, serangan hama, dan jamur, kita harus menyemprotkan insektisida atau fungisida yang juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, baik menggunakan bahan kimia maupun organik.

(Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *